3.1 Pengantar Animasi & Desain Grafis
Pengantar Animasi & Desain Grafis
Donen Pembimbing : Donie Margavianto Nurrokhman
Nama
|
:
|
Lyandi Nur Annazmi R
|
NPM
|
:
|
16177882
|
Kelas
|
:
|
3KA20
|
Jurusan
|
:
|
Sistem Informasi
|
Fakultas
|
:
|
Fikti
|
Kalau dilihat sekilas, storyboard terdiri
dari sejumlah kotak yang dengan ilustrasi atau gambar. Anggap saja sebagai
versi komik dari naskah atau script yang sudah kamu tulis. Terus apa
sih pengertian storyboard yang sebenarnya? Storyboard adalah
sebuah gambar atau ilustrasi yang digunakan untuk membuat rancangan sketsa yang
berisikan rentetan adegan dari video yang akan kamu buat nantinya.
Setiap kotak yang tertera di storyboard akan
mewakili satu shot adegan. Dari kotak tersebut, kamu juga dapat
mengetahui siapa atau apa yang ada di dalam adegan. Kemudian di dalamnya
terdapat ukuran type of shot yang akan digunakan oleh Cameraman.
Dari rancangan gambar ini kamu dapat membayangkan bagaimana hasil video kamu
nantinya. Akan tetapi kamu tidak boleh asal-asalan loh saat menggambar
adegannya. Jika perlu, carilah storyboard artist untuk mengerjakan
ilustrasi videomu. Storyboard artist merupakan salah satu profesi
buat kamu yang hobi menggambar. Kemunculan jenis pekerjaan
ini membuktikan betapa pentingnya peran storyboard pada
penggarapan sebuah proyek video.
Bagian-Bagian Storyboard

Contoh storyboard film pendek (sumber:
premiumbeat.com)
Apa itu storyboard sudah
dijelaskan di atas. Sekarang saatnya mencari tahu lebih dalam lagi soal
kotak-kotak yang ada di storyboard. Pada kotak tersebut terdapat
bagian-bagian yang wajib ada. Tujuannya untuk mempermudah pekerjaan seluruh tim
produksi. Berikut kita simak bagian-bagiannya, yuk!
Judul, diisi dengan judul video atau film
yang akan kamu buat.
Nama Tim Produksi, diisi dengan nama tim
produksi kamu.
Durasi, diisi berdasarkan perkiraan durasi
yang sudah kamu buat di shot
list.
Kotak, digunakan sebagai area untuk
menggambar ilustrasi adegan.
Scene, diisi berdasarkan scene berapa
yang kamu buat visualisasinya.
Shot, diisi
berdasarkan shot berapa yang kamu buat visualisasinya.
Background, merupakan nama lokasi di mana
adegan tersebut terjadi.
Type of shot, diisi berdasarkan arah
kamera.
Action, merupakan deskripsi adegan.
Biasanya juga dimasukkan potongan dialog tokoh atau naskah voice over.
Sound/Musik, diisi dengan musik yang
digunakan pada adegan tersebut. Tidak perlu selalu diisi, cocokan saja dengan
kebutuhanmu.
Day or Night, detail tambahan untuk
menjelaskan setting waktu adegan.
Int or Ext, detail tambahan untuk
menjelaskan setting tempat adegan, apakah di dalam ruangan atau di
luar ruangan.
Sejarah Storyboard
Storyboard pertama kali di kembangkan di
studio Walt Disney,pada tahun 1930.Perkembangan storyboard di disney di berawal
dari revolusi buku-buku komikyang terbentuk sketsa cerita yang telah di buat.
sejak tahun 1920 yang berujuan untuk menggambarkan konsep mata pelajaran kartun
animasi pendek.
Dalam buku The Story Of Walt Disney (Hendry
Holt 1956 )Diane disney miller menjelaskan bahwa storyboard pertama di ucapkan
pada tahun 1933. Storyboard pertama kali di buat oleh seorang animator bernama
Webbsmitt.
Ideu tersebut di ambilnya dari gambar
adengan pada lembaran kertas yang terpisah lalu di susunnya pada papan buletin
untuk membuat urutan cerita.
Selanjutnya Studio Waltherlantz production
pada awal tahun 1935 menjadi studio kedua yang mulai mengembangkan sketsa
ceriat menjadi storyboard.
Pada tahun 1936 Halman, Ising dan Leon
SCHLESINGER juga menerapkan konsep storyboard. Akhirnya ,sejak tahun 1937-1938
hampir semua studio menggunakan storyboard sebagai pengganti sketsa cerita.
Dan hal yang perlu di perhatikan dalam
pembuatan Storyboard antara lain :
Mengidentifikasi kebutuhan pembuatan projek
Menentukan bentuk projek yang akan di buat
Menentukan topik yang akan di angkat
Apa yang menjadi sasaran atau tujuan
pembuatan produk tersebut
Apa kelebihan produk tersebut
Syarat khusus yang dari clien
Berapa banyak produk yang tampil pada tiap
scene
Perasaan apa yang di harapkan oleh audience
Budget
Dan Mengumpulkan data sebanyak mungkin
Setelah proses diatas terlaksana maka
lanjut pada proses pembuatan script atau naskah ,kemudian ke proses
pembuatan Storyboard.
Dalam proses pengumpulan data kita dapat
melakukannya dengan cara :
Wawancara
Observasi,dan
Study litoratur
Fungsi Storyboard
Fungsi umum dari Storyboard yakni sebagai
suatu konsep dan ungkapan yang kreatif dalam menyampaikan ide atau gagasan.
Pada storyboard juga seseorang dapat menambahkan arahan-arahan seperti arahan
audio, letak atau arahan informasi lainnya. Adapun beberapa fungsinya lainnya
seperti:
Dalam pembuatan suatu fiolm misalnya
storyboard berguna untuk menggambarkan alur cerita berdasarkan garis besarnya
saja dari bagian awal,, tengan dan akhir.
Lalu berguna untuk membuat perencanaan pada
film.
Dan secara keseluruhan dapat memudahkan
dalam membuat dan memahami alur film. Saat ini Storyboard juga berguna dalam
pembuatan suatu game,, misalnya membuat sketsa alur game tersebut dari awal
sampai selesai.
Tujuan Dari Storyboard
Adapun tujuan dari Storyboard yaitu:
Sebagai panduan bagi orang-orang yang
terlibat didalamnya,, mulai dari sutradara, penulis cerita, lighting dan
kameramen.
Memungkinkan seorang pembuat film untuk
mempresvisualisasikan ide-idenya.
Sebagai alat untuk mengkomunikasi ide
keseluruhan film
Menjelaskan tentang alur narasi dari sebuah
cerita.
Berperan dalam pewaktuan “timing” pada
sequence,, percobaan-percobaan dengan sudut padang kamera,, perpindahan dan
kesibambungan “continuty” antara elemen-elemen dalam sebuah frame.
Penggunaan storyboard
Berikut ini terdapat beberapa penggunaan
stroyboard, diantaranya adalah:
1. FILM
Sebuah storyboard film pada dasarnya besar
komik dari film atau beberapa bagian dari film yang diproduksi terlebih dahulu
untuk membantu direktur film yang, sinematografer dan televisi komersial
periklanan klien mem-visualisasi-kan adegan dan menemukan masalah potensial
sebelum mereka terjadi. Seringkali storyboard termasuk panah atau instruksi
yang menunjukkan gerakan.
Dalam menciptakan sebuah film dengan
tingkat kesetiaan untuk naskah , storyboard menyediakan tata letak visual dari
peristiwa yang harus dilihat melalui lensa kamera. Dan dalam kasus media
interaktif, itu adalah tata letak dan urutan di mana pengguna atau penampil
melihat konten atau informasi.
Dalam proses storyboard, rincian yang
paling teknis yang terlibat dalam kerajinan film atau proyek media interaktif
dapat digambarkan secara efisien baik dalam gambar, atau teks tambahan.
Beberapa sutradara film live-action,
seperti Joel dan Ethan Coen , gunakan storyboard ekstensif sebelum mengambil
pitch penyandang dana untuk mereka, yang menyatakan bahwa hal ini membantu
mereka untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, karena mereka bisa
menunjukkan persis di mana uang akan digunakan.
Alfred Hitchcock ‘s film yang sangat
diyakini telah banyak story ke detail terbaik oleh mayoritas komentator selama
bertahun-tahun, meskipun kemudian penelitian menunjukkan bahwa ini adalah
berlebihan untuk tujuan publisitas.
Akira Kurosawa dikenal, terutama di tahun
kemudian, telaten detail dalam storyboard, untuk tingkat bahwa lukisan
storyboard untuk Ran (untuk mana ia story setiap tembakan) dianggap
sebagai karya seni baik dalam diri mereka. Direktur lain hanya storyboard
adegan tertentu, atau tidak sama sekali.
2. Animasi
Dalam animasi dan efek khusus bekerja,
tahap storyboard mungkin akan diikuti oleh disederhanakan mock-up yang disebut
“animatics” untuk memberikan ide yang lebih baik tentang bagaimana adegan itu
akan terlihat dan merasa dengan gerak dan waktu.
Pada sederhana, sebuah animatik adalah serangkaian
gambar diam bersama-sama diedit dan ditampilkan secara berurutan. Lebih umum,
sebuah kasar dialog dan jalur suara kasar ditambahkan ke urutan gambar diam
(biasanya diambil dari storyboard) untuk menguji apakah suara dan gambar yang
bekerja secara efektif bersama-sama.
Hal ini memungkinkan animator dan direktur
untuk bekerja keluar setiap skenario, posisi kamera, daftar menembak dan
masalah waktu yang mungkin ada dengan storyboard saat ini.
Storyboard dan soundtrack diubah jika
perlu, dan animatik baru dapat dibuat dan terakhir dengan direktur sampai
storyboard disempurnakan.
Mengedit film pada tahap animatik dapat
menghindari animasi dari adegan yang akan diedit dari film. Animasi biasanya
proses mahal, sehingga harus ada minimal “dihapus adegan” jika film ini akan
selesai dalam anggaran.
Seringkali storyboard animasi dengan
membesarkan sederhana dan panci untuk mensimulasikan gerakan kamera
(menggunakan non-linear editing software).
Animasi ini dapat dikombinasikan dengan
animatics tersedia, efek suara dan dialog untuk membuat presentasi tentang
bagaimana sebuah film bisa menembak dan dipotong bersama-sama. Beberapa film
DVD fitur khusus termasuk animatics produksi.
Animatics juga digunakan oleh biro iklan
untuk membuat iklan menguji murah. Variasi A, “rip-o-matic”, terbuat dari
adegan film yang ada, program televisi atau iklan, untuk mensimulasikan
tampilan dan nuansa komersial yang diusulkan. Rip, dalam pengertian ini,
mengacu pada merobek-off sebuah karya asli untuk membuat yang baru.
3. Photomatic
Sebuah photomatic (mungkin berasal dari
‘animatik’ atau foto-animasi) adalah serangkaian masih foto-foto diedit bersama
dan disajikan pada layar dalam urutan .
Biasanya, suara-over , soundtrack danefek
suara yang ditambahkan ke bagian untuk membuat presentasi untuk menunjukkan
bagaimana sebuah film bisa menembak dan dipotong bersama-sama.
Semakin digunakan oleh pengiklan danbiro
iklan untuk penelitian efektivitas storyboard yang diusulkan mereka sebelum
melakukan ke ‘full up’ iklan televisi.
Para photomatic biasanya alat penelitian,
mirip dengan sebuah animatik , dalam hal ini mewakili bekerja untuk
tes penonton sehingga komisaris dari pekerjaan dapat mengukur efektivitasnya.
Awalnya, foto-foto yang diambil menggunakan
film negatif warna. Sebuah seleksi akan dibuat dari lembaran kontak dan
mencetak dibuat.
Jejak akan ditempatkan pada mimbar dan
direkam ke videomenggunakan standar kamera video. Setiap bergerak, panci atau
membesarkan harus dibuat dalam kamera. Adegan ditangkap kemudian bisa diedit.
Fotografi digital , akses web untuk
fotografi saham dan non-linear editing program memiliki dampak yang ditandai
pada cara ini pembuatan film juga mengarah pada istilah ‘digimatic’.
Gambar dapat ditembak dan diedit dengan
sangat cepat untuk memungkinkan keputusan kreatif penting yang harus dibuat
‘hidup’. Foto komposit animasi dapat membangun adegan yang rumit yang biasanya
berada di luar anggaran banyaknya tes Film.
4. Buku-Buku Komik
Beberapa penulis telah menggunakan jenis
gambar storyboard (meskipun agak samar) untuk scripting buku komik mereka,
sering menunjukkan pementasan tokoh,
latar belakang dan penempatan balon dengan
instruksi untuk seniman yang diperlukan sering ditulis dalam bentuk margin dan
dialog atau keterangan ditunjukkan. John Stanley dan Carl Barks (ketika ia
menulis cerita untuk SMP Woodchuck judul) diketahui telah menggunakan gaya
scripting.
5. Bisnis
Storyboard yang digunakan saat ini oleh
industri untuk perencanaan kampanye iklan, iklan, sebuah usulan atau presentasi
bisnis lain yang dimaksudkan untuk meyakinkan atau memaksa untuk bertindak.
Perusahaan konsultan mengajarkan teknik
untuk staf mereka untuk menggunakan selama pengembangan presentasi klien,
sering mempekerjakan “teknik kertas coklat” dari merekam mock-up slide
presentasi dengan sepotong besar kertas kraft yang dapat digulung untuk
transportasi mudah.
Storyboard awal dapat yang sederhana
seperti judul slide pada Post-It catatan, yang kemudian diganti dengan slide
presentasi rancangan sebagaimana mereka diciptakan.
Storyboard juga ada dalam akuntansi dalam
Sistem ABC (Sistem Biaya Berbasis Aksi) untuk mengembangkan diagram alur proses
rinci yang secara visual menunjukkan semua kegiatan dan hubungan antar
kegiatan.
Mereka digunakan dalam cara ini untuk
mengukur biaya sumber daya yang dikonsumsi, mengidentifikasi dan menghilangkan
non-nilai-tambah biaya, menentukan efisiensi dan efektivitas dari semua
kegiatan utama, dan identitas dan mengevaluasi kegiatan baru yang dapat
meningkatkan kinerja masa depan.
Sebuah ” kualitas
storyboard “adalah alat untuk membantu memfasilitasi pengenalan dari
proses peningkatan kualitas menjadi sebuah organisasi.
Desain komik adalah jenis storyboard
digunakan untuk menyertakan seorang pelanggan atau karakter lain ke dalam
narasi.
Desain komik yang paling sering digunakan
dalam merancang situs web atau menggambarkan skenario penggunaan produk selama
desain.
Komponen–Komponen Storyboard
Pada umumnya penulisan storyboard dan
storyline sering menjadi satu kesatuan yang saling mendukung terdiri dari
beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat :
Bentuk adegan atau potongan-potongan gambar
sketsa
Bentuk (alurcerita) untuk memperjelas
gambar sketsa
Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi
tentang adegan karak tertertentu)
Dengan Storyboard tidak hanya akan
mempercepat proses pembuatan film, tetapi juga untuk mewujudkan visi artistik
produk Multimedia yang akan di buat. Sehingga dengan mengacu pada rencana
shooting dalam storyboard para pemain dan kru dapat mengerjakan tugas mereka
masing-masing dengan cepat atau tepat. Storyboard secara gamblang memberikan
tataletak visual dari adegan seperti yang terlihat melalui lensa kamera.
Dari contoh diatas bisa diambil kesimpulan ,Jangan beranggapan
bahwa Storyboard itu hal yang susah, bahkan point-point saja asalkan bisa
memberi desain besar bagaimana materi diajarkan sudah lebih dari cukup.Cara membuatnya juga cukup dengan software pengolah kata maupun
spreadsheet yang kita kuasai, tidak perlu muluk-muluk menggunakan aplikasi
pembuat Storyboard professional.
Storyboard bola bekel yang memantul 2 kali
Contoh Lainnya :


Contoh Lainnya :
Storyboard tentang Bola Bekel yang memantul
2x ke lantai







Comments
Post a Comment